ALUR DATA

sharing and learning

Setting Hotspot di Mikrotik Mikrotik mempunyai fitur yang beraneka ragam antara lain setting hotspot, DNS, point to point tunneling, firewall, NAT, dll. Salah satu fitur yang paling banyak digunakan dan paling populer adalah setting dan management hotspot.

Untuk bisa mengakses internet kita harus memasukkan username dan password. Setiap user mempunyai username dan password yang berbeda. Mungkin hal semacam itu sering kita jumpai di kampus, sekolah, cafe, dll. Sistem seperti inilah yang akan kita bahas dalam artikel kali ini. Kelebihan dalam setting hotsot melali mikrotik ini adalah kita dapat memanagement bandwith, membatasi user yang login, mengatur lamanya login, dll.

Kurang lebih seperti itu penjelasan singkat tentang teori setting hotspot di mikrotik. Langsung saja kita praktek untuk setting hotspot di mikortik

Pada kasus kali ini saya mengguakan beberapa perangkat sebagai berikut :

  1. Diarta Media Komunikasi sebagai ISP (internet Service Provider). Saya tidak menggunakan sp**dy untuk koneksi internetnya sehingga bagi yang menggunakan sp**dy bisa menyesuaikan.
  2. Mikrotik RB750
  3. Laptop dengan aplikasi Winbox, jika belum punya silakan download di sini

 

Berikut alur Setting Hotspot di Mikrotik :

1.  Buka winbox anda lalu silakan login menggunakan mac address, untuk defaultnya login : admin, password : kosong

1.login mikrotik

 

2.  Pilih remove configuration

2.configuration

 

3.  Pertama isikan IP address

3.ip address

 

4.  Isikan IP untuk public nya, silakan pilih sendiri ether yang akan digunakan

4.ip public

 

5.  Isikan IP untuklokal hotspot, silakan pilih sendiri ether yang akan digunakan

5. ip lokal

 

6.  Jika sudah tampilannya akan seperti gambar berikut

6.ip add

 

7.  Masukkan ip gateway, pilih new terminal lalu isikan script berikut

7.gateway

 

8.  Isikan DNS. Untuk DNS bisa diisikan dengan DNS default google atau terkadang dari pihak ISP memberikan DNS khusus kepada anda

8.dns

 

9.  Setting Nat untuk mengijinkan akses keluar

9.nat

11.srcnat

12.masquarade

 

10.  Mulai setting hotspot, ikuti alur dibawah ini

13.membuat hotspot

 

11.  Klik hotspot setup, lalu pilih ether 4 karen pada kasus kali ini saya memilih ether 4 sebagai lokal hotspot (lihat langkah no.5)

14.pilih interface

 

12.  Masukkan Local address network

15.ip lokal

 

13.  Tentukan pool/range ip yang akan digunakan untuk ip hotspot

16. range ip19.dns server 18.smtp 17.sertificate

 

14.  DNS name ini optional. DNS name berfungsi sebagai pengganti ip addess saat pertma kali login

20.dns name

 

15.  Masukkan username dan pasword admin

21.local user login

 

16.  Setup sukses, pada tahap ini hotspot sudah bisa digunakan

22.sukses

 

17.  Jika ingin menambahkan user bisa masuk user profile. Name silakan sesuaikan keinginan anda, saya memberi contoh Bandwith 256k untuk memberi kemudah membedakan mana yang diberi bandwith 256k, 512k, dst.

Addess pool dia arahkan ke profile hotspot yang kita buat tadi

Session timeout jika anda ingin membuat hostspot mati setiap 15 menit makan setting session timeout menjadi 00:15:00. Akan tetapi jika tidak ingin wifi terputus di tengah jalan maka kosongkan saja

Rate limit diisikan 256k untuk tx (transmitter) dan 256 untuk rx (received). Ukuran bandwith bisa menyesuaikan jika ingin upload dikecilkan menjadi 128k maka rx bisa diubah menjadi 128k

Shared user di kosongkan jika ingin untuk 2 orang saja silakan isikan 2

23.user profile

24. user profile2

 

18.  Untuk mebuat user klik users lalu isikan nama dan password sesuai keinginan anda. Profile arahkan ke userp profile yang kita buat tadi (lihat lagkah no.17)

25.user

 

19.  Klik ok, hostspot sudah siap digunakan. Silakan buka web browser lalu ketikkan sembarang alamat web, secara otomatis anda akan terredirect ke halaman login

26. Login page

 

Kurang lebih seperti itulah cara setting hotspot di mikrotik. Silakan mencoba 🙂

 

Hotspot, Mikrotik